"Ayolah Con.... Please please bantuin gue......". Alika memohon mohon dihadapanku dengan wajah memelas.
"Aduh Lik..... Please dech, berapa kali sih gue bilang, gue gak mau terlibat sama urusan percintaan lo!". Tatapan tajamku kearah Alika mempertegas ucapanku.
"Tapi gue cinta mati sama Devan, dan gue gak terima dia putusin gue kayak gini!". Nada suara Alika terdengar putus asa. Aku melirik kearah wajahnya cantiknya khas sunda yang kini terlihat kusut. Sambil menghembuskan nafas panjang akhirnya aku menyerah pada perasaan tidak tegaku.
"Oke oke... Gue bakalan bantuin lo, kasih gue waktu seminggu dan gue bakalan cari tau alasan kenapa devan mutusin lo!".
"Whatt??? Seminggu?", teriakan ekspresi kaget Alika membuatku menjauh beberapa langkah darinya.



