"Udara disini segar ya Rel?". Aku duduk di atas rerumputan hijau sambil memeluk Aurel, gadis cantik berambut pendek yang aku pacari sejak dua tahun yang lalu. Sepintas ku lirik wajahnya dan tersirat senyum lembut dibibirnya yang mungil.
"Kamu senang ada disini Rel?", kali ini aku menatap wajah cantiknya lekat-lekat, tapi aku tak kuasa menahan air mataku saat melihat Aurel hanya menganguk.



