"Hei.... Lagi apa disini?". Sapa seorang cowok bertampang cute yang sedang berjalan menghampiriku.
"Eh kamu Ka.... Aku lagi duduk-duduk ajah kok....". Jawabku sambil melemparkan senyum kearahnya.
"Gak ada kelas?", tanyanya lagi.
Aku menggeleng lemah, "sudah selesai dari jam 11 tadi!, kamu?". Aku balik bertanya.
"Iya, nanti jam 1 baru masuk.....". Jawabnya singkat.
"Kamu kok daritadi diem teruz sih Run?, sakit?". Azka mengamati wajahku dengan seksama.
"Apaan sih Ka....!!!! Aku gak apa-apa kok, Cuman lagi pengen diem ajah, malez ngomong!". Sahutku cuek. Dan Azka cuman manggut-manggut kecil menanggapinya.
"Eh, sudah ada dosennya tuh! Aku masuk kelas dulu ya!". Pamitnya sambil meninggalkanku sendirian di Gazebo.
Diam - diam Aku mengamati Azka yang berlari lari kecil menjauhiku, Cowok itu, aku mengenalnya sejak semester satu. Tapi entah apa yang membuatku tiba-tiba dekat dengannya selama semester 4 ini. Aku menghela nafas panjang tanda pasrah.
*****
Malam sudah semakin larut, tapi tugas-tugas ini masih belum selesai aku kerjakan. Mendadak aku dikagetkan dengan suara sms dari Hpku. Dari Azka rupanya!
Run....
Segera aku mengetik balasan untuknya.
Apa Ka?
Dia menjawab
Belom tidur?
Aku mengetik balasan lagi untuknya.
Belom, tugasku masih banyak ini....
Tiba-tiba terdengar nada dering telpon dari HPku berbunyi.
"Ada apa Ka?", Tanyaku pada Azka yang tiba-tiba menelponku.
"Gak apa-apa! Cuman pengen denger suara kamu ajah! Heheheh.... ", sahutnya.
Aku mengerutkan kedua alisku. "Tumben banget ka?".
"Ya gak apa-apa sih Arun....., emang kenapa?, gak boleh?". Tanyanya padaku.
Akupun tersenyum garing, "ya terserah sih, itu kan hak kamu..... Tapi tugas aku belom selesai nich. Kamu enak tugasnya gak dikumpulin besok...".
"Hemm.... Yaudah kalo gitu kamu kerjain tugas kamu ajah dech, aku gak mau ganggu. Gut luck ya Run.....". Sahutnya sebelum menutup telpon.
Sejenak aku berpikir, 'kenapa Azka tiba-tiba pengen Denger suaraku ya?, apa yang sebenarnya dia pengenin dari aku?'.
*****
Hari ini kelasku dan kelas Azka digabung jadi satu, dia duduk agak jauh dariku. Ditengah-tengah pelajaran, saat aku menolehkan kepala untuk meregangkan otot, aku memergokinya sedang menatap kearahku dan langsung berpaling ketika dia tahu, kalau aku sedang mengamatinya balik. Tak terasa hampir 3 jam aku duduk dikelas dan akhirnya kelaspun usai.
"Run!!!", seseorang meneriakkan namaku dari belakang. Langkahku terhenti dan akupun menoleh. Azka menghampiriku dengan setengah berlari.
"Ada apa'an sih Ka?", tanyaku.
"Kamu mau langsung pulang?", Azka balik menanyaiku. Aku menggeleng lemah.
"Hemm.... Gak tau, emang kenapa?".
"Kamu gak laper?", tanyanya sambil memegang perutnya yang datar.
Aku mengangguk mantap. "Banget!!!!, kamu mau makan bareng aku?". Tawarku.
"Yaudah, yuk sekarang ajah......". Aku dan Azkapun bergegas meninggalkan kampus dan menuju salah satu tempat makan yang terkenal dengan pangsit ijonya.
Aku melahap pangsit ijo dengan cepat, dan Azka masih sibuk meniup-niup mienya yang masih panas.
"Kenapa?, panas ya?". Tanyaku sambil mengamati wajah Azka yang sedang memainkan sendok dan garpunya bak anak kecil.
Dia mengangguk pelan, "aku gak suka makanan panas....".
"Oohh... Pantesan!", sahutku sambil tertawa kecil.
"O ya Ka, kenapa kamu sekarang mau temenan sama aku?". Tanyaku disela-sela makan.
"Emang kenapa?", tanyanya balik sambil menatapku.
"Ya kan, secara dulu kamu cuek banget sama kehadiranku. Gak nyangka ajah sekarang kamu malah jadI temen deketku.....". Jawabku sambil tertawa kecil.
"Dulu, aku ngira kamu itu sombong Run. Secara ya, kamu kan temenannya sama anak yang itu-itu ajah. Gak pernah kumpul sama temen-temenmu yang laen. Tapi waktu kita udah deket, smua pikiranku tentang kamu dulu salah total!. Kamu asyik kok anaknya....". Jelas Azka panjang lebar sambil tersenyum manis kearahku.
"Hemm.... Jangan-jangan kamu suka perhatiin aku ya Ka?, kok ampe hafal banget kalo temenku yang itu-itu ajah....". Aku balik menatap azka dengan tatap menyelidik.
Lama Azka berfikir sampai akhirnya dia membuka suara.
"Ya, kadang-kadang aku suka ngelihatin kamu dari jauh Run..... dan aku paling suka ngelihat kamu kalo lagi bercanda sama temen-temenmu...".
Mendadak aku tertegun, 'kenapa sampe segitunya Azka sama aku?' Batinku dalam hati.
"Heiii........". Azka melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku yang sedang melamun.
"Ehh.... Boleh aku tanya sesuatu Ka?". Kali ini aku menatap wajah Azka dengan sungguh-sungguh. Dan Azkapun mengangguk.
"Kamu gak lagi suka kan sama aku?", tanyaku langsung.
Lama aku menunggu sambil mengamati perubahan wajah putih Azka yang kini mendadak tegang dan memucat.
"Hemm........... Aku jujur ya Run, aku suka kamu karna kita sering ketemu. Witing tresno soko kulino.....".
Jawaban Azka barusan membuatku tercekat, dan seketika perasaanku menjadi kacau.
Aku memutuskan untuk pulang kerumah, jam sudah menunjukkan pukul 7malam.
Aku membuka gerbang rumah tepat dijam 19.45 dan ternyata sebuah motor matic hitam sudah terparkir disana.
Aku mendapati seorang cowok dengan gaya rambut spikenya yang sedang sibuk mengutak-atik netbook dipangkuannya.
"Daniel???", sapaku pada cowok yang sekarang sedang tersenyum manis kearahku.
"Kamu kok baru pulang?", tanyanya sambil menggeser tempat duduknya agar aku bisa duduk disebelahnya.
"Iya..... Ada urusan tadi, kamu kok sudah pulang dari malang sih?, ini kan masih hari jum'at??". Tanyaku pada cowok yang sudah menjadi kekasihku hampir 3tahun belakangan ini.
"Hemm.... Emang kenapa? Gak boleh?, aku kan kangen sama pacar aku yang lucu ini....", jawabnya sambil mencubit kedua pipiku.
"Aaaaa.......sakit tau!", aku pura-pura ngambek dengan menggembungkan kedua pipiku.
"O ya, aku ambilin minum ya. Kamu pasti Haus.....". Aku masuk kedalam, dan 3 menit kemudian sudah kembali sambil membawa 2 gelas es sinom segar.
"Nich es sinom bikinan mamiku Niel......". Aku menyodorkan segelas es sinom kearahnya.
"Tadi ada sms Run, dari Azka.....". Daniel menyodorkan handphoneku, dan membuatku terdiam.
"Siapa Azka?", tanyanya kali ini. Aku menatap lekat wajah Daniel yang menunggu jawabanku.
"Dia temen sebelah kelasku kok, dan belakangan ini kita jadi teman baik...". Jawabku pelan-pelan sambil mengamati ekspresi wajah Daniel yang masih saja datar.
"Dia suka kamu ya Run?", tanyanya sambil mengamatiku. Aku menunduk.
"Hemm..... Sepertinya....", aku menjawab dengan sangat lirih takut kalo Daniel marah.
"Heeii...... Gak apa-apa kali!, orang lain kan punya hak juga buat suka sama kamu. Dan kamupun juga punya hak untuk suka sama orang yang kamu pengen buat kamu sukain....", sahut Daniel sambil mengangkat daguku.
"Kamu gak marah?", tanyaku dengan sangat hati-hati.
"Marah? Untuk apa?, toh kamu sudah jadi pacarku kan dan aku sudah terbiasa dengan teman-teman cowokmu itu....". Jawabnya cuek.
Akupun menghela nafas panjang..... *lega*.
*****
"Pleasee.... Jangan pernah berharap sama aku Ka....". Pintaku pada Azka yang kini wajah cutenya terlihat kuyu dihadapanku.
"Kenapa Run?", tanyanya.
"Aku gak bisa putusin cowokku demi kamu, aku menyukainya sejak kecil. Dan untuk bisa bersama dengannya seperti saat ini itu prosesnya lama.....". Jawabku lirih.
Wajah Azka mendadak sedih, "Harusnya aku sadar akan posisiku sejak dulu, sudah banyak yang melarangku untuk gak menyukaimu karna kamu sudah punya pacar. Dan aku masih saja bertahan seperti ini, karna aku gak bisa lepasin kamu..".
Mendadak pikiranku kalut, jujur aku sama sekali gak tega buat nyakitin perasaan Azka yang tulus suka sama aku. Tapi aku?, aku punya seseorang yang harus aku jaga hati dan kepercayaannya.
"Maafin aku Ka, aku cuman bisa jadi temen deket atau kakak buatmu. Tapi aku gak bisa ngasih kamu harapan lebih..... Aku mohon kamu ngerti, karna aku juga gak mau kehilangan teman baik sepertimu....". Kali ini Azka diam tak menjawab, dia berlalu pergi dari hadapanku. Dan semenjak saat itu, dia menghilang dari kehidupanku. Jujur terkadang aku rindu saat-saat bersamanya, saat-saat indah yang kita habiskan dengan penuh tawa. Dan aku masih ingin tetap berteman dekat dengannya. Tapi aku sadar, aku tak bisa memaksanya untuk tetap tinggal. Karna aku tak ingin dia terluka karna terus bertahan bersamaku.
Hidup adalah pilihan. Begitupun Cinta, ketika kamu tak bisa bersama dengan orang yang kamu cinta, maka hapuslah cinta. Karna sesungguhnya, takkan ada cinta yang bahagia tanpa pernah memiliki orang yang kita cinta......#MLSU




0 komentar:
Posting Komentar