Minggu, 20 Juli 2014

The Other Story Only I Didn't Know


Sadar bahwa Tuhan masih menyimpan rahasianya untuk kita, aku tak bisa melawan. Berbagai cara yang tuhan tunjukkan padaku, menghalangiku mengobati rindu ini. Rasanya hanya bisa berpasrah.


Aku tak butuh banyak kata saat ini, aku menikmati semua kebisuan kita. Menemanimu dalam diam, memandangimu dalam senyap. Ini sudah cukup, kumohon Tuhan, kumohon..... Bekukan waktu. Aku ingin mendekap momen ini untuk selamanya tanpa pernah takut waktu berlalu....


Ketika rindu yang tak seharusnya ada ini datang menyapa, aku hanya bisa berusaha sekuat mungkin menahannya. Karna ku tau, mengenyahkannya adalah hal yang sia-sia. Kadang, aku menyakiti diriku sendiri untuk percaya pada janji janji kecil yang kamu buat. Mempercayainya, solah-olah semua itu akan tiba pada saatnya nanti. Dan terkadang, ketika aku kembali tegar untuk hadapi kenyataan, seketika kamu robohkan semuanya dengan hadir dalam mimpiku. Entah untuk yang keberapa kali kamu hadir disana!.
Tuhan, kapankah semua kisahku tentangnya akan berakhir?


Kenapa? Ada apa? Aku tak pernah bisa temukan jawaban itu darimu. Kau tau, rasanya sangat ingin habiskan waktu sebanyak mungkin denganmu. Aku hanya butuh kesempatan itu darimu. Kesempatan untuk bisa menemanimu. Tuhan... Apakah semua inginku ini hanya mimpi?, Tuhan... Apakah dia sudah tak mungkin lagi ku miliki?.


Malam sudah selarut ini, dan bayangan tentangmu masih enggan terpejam. Aku lelah mengikutinya menari liar dalam benakku. Membuaiku dalam keindahan yang saat mata terbuka semuanya lenyap tak bersisa. Hei... Apa yang kau lakukan disana selarut ini? Sudah tidur kah kau?. Aku merindukanmu...


Kamu hadir lagi (dalam mimpiku), untuk pertama kalinya kamu tertawa. Aku senang jika pada nyatanya kamu juga sedang bahagia. Aku berharap semua yang kamu lakukan berjalan dengan baik.


Apa yang akan terjadi besok? Aku gugup, ya! Aku sangat gugup..... Tuhan aku ingin semua ini terjadi atas izinMU, dan bahagiakanlah aku Tuhan...


Kau tau, rasanya terlalu indah apa yg terjadi. Aku tak bisa menggambarkannya, aku kesusahan mendeskripsikannya. Semuanya seperti kembang api yang menyembur indah di angkasa!. Tuhan telah mengaturnya sedemikian rupa untuk bahagiakanku, terimakasih Tuhanku, terimakasih... Tapi Tuhan, bisakah kau tetap menjagaku? Menjaga cinta ini agar tak meletup dan tak membuatnya jauh dariku?. Aku sangat menyayanginya, melihatnya tertawa, mendengarnya bercerita, dan menjadi bagian dari bahagianya adalah hal yang selama ini aku inginkan. Dan itu sudah cukup untukku. Rasanya ada sedikit rasa tak adil karena waktu berlalu begitu cepat, mengubah siang menjadi malam hanya dalam hitungan detik, tapi itu semua tak mengurangi rasa bersyukurku padaMu tuhan. Terimakasih karna telah kau izinkan aku mencintainya dalam diam, menguatkanku setiap saat ketika kenyataan terus menghantam. Terimakasih Tuhan...


Tuhan, Mungkinkah Kau izinkan aku menjadi yang pertama mendengar berita bahagia darinya?, akankah dia menepati janjinya?, Tuhan..... Kenapa mendadak terselip rindu akan canda dan waktu yang aku habiskan bersamanya?. Tuhan, inikah cobaan-MU? Memudarkan rasaku dengan mendekatkannya? Bisakah rasa ini pudar Tuhan? Setelah sekian lama.....


Hingga detik ini aku masih menunggu. Entah kapan pertanyaan ini akan terjawab. Berkali-kali otak ini berpikir, tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tapi gelap! Tak ada gambaran, juga tanpa bayangan. Janji itu telah usang. Tuhan, apa ini harapanku padaMu salah tentangnya?, apa semua masih tetap sama?.


Dan akhirnya, ketika kabar bahagia tentangmu itu datang, rasanya seperti kembang apa itu kembali menyembur indah di angkasa. Semua kekhawatiran itu lenyap, dan bahagia itu datang memeluk. Aku tahu, aku bukan yang pertama, tak apa. Aku bisa mengerti. Melihatmu bahagia, itu yang aku inginkan.


Hari ini, mungkin ini hari terakhir aku bisa melihatnya. Janji terakhir telah terlaksana, dan tak ada alasan yang akan pertemukan kita lagi. Kamu tau? Setiap detik yang terlewat, aku menyimpannya baik-baik dalam memoriku. Rasanya aku tak ingin hari ini berakhir. Tapi memang harus berakhir. Mungkin ini pertanda dari Tuhan, bahwa setelah hari ini aku harus menghentikan semuanya. Berhenti berharap untuk melihatmu, berhenti berharap untuk menjadi bagian dari bahagiamu, dan berhenti berkhayal bahwa terselip kemungkinan kamu miliki rasa yang sama denganku. Aku harus menyudahi semuanya tentangmu, tapi kamu harus tau bahwa bagiku rasa yang aku miliki untukmu ini adalah hal terhebat yang pernah aku rasakan dalam hidupku. Dan ada detik dimana aku akhirnya menyadari sesuatu, bahwa tak pernah ada aku dalam duniamu. Bahagiamu seutuhnya milikmu dan duniamu, tanpa ada ruang tersisa untukku. Aku kalah...
Tuhan, mungkin aku takkan pernah berhenti menyebut namanya dalam setiap doaku. Mungkin aku takkan pernah berhenti berharap padaMu bahwa akan ada saat dimana suatu hari nanti aku bisa bersamanya. Tapi tuhan, jika pengharapanku tentangnya salah. Pertemukanku dengan seseorang yang tepat, seseorang yang selalu menyebut namaku dalam doanya, seseorang yang menjadikanku dunianya, dan izinkan aku untuk mencintainya.

0 komentar:

 

Miss Double N's Story Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting