Sadar bahwa Tuhan
masih menyimpan rahasianya untuk kita, aku tak bisa melawan. Berbagai cara yang
tuhan tunjukkan padaku, menghalangiku mengobati rindu ini. Rasanya hanya bisa
berpasrah.
Aku tak butuh
banyak kata saat ini, aku menikmati semua kebisuan kita. Menemanimu dalam diam,
memandangimu dalam senyap. Ini sudah cukup, kumohon Tuhan, kumohon..... Bekukan
waktu. Aku ingin mendekap momen ini untuk selamanya tanpa pernah takut waktu
berlalu....
Ketika rindu yang
tak seharusnya ada ini datang menyapa, aku hanya bisa berusaha sekuat mungkin
menahannya. Karna ku tau, mengenyahkannya adalah hal yang sia-sia. Kadang, aku
menyakiti diriku sendiri untuk percaya pada janji janji kecil yang kamu buat.
Mempercayainya, solah-olah semua itu akan tiba pada saatnya nanti. Dan
terkadang, ketika aku kembali tegar untuk hadapi kenyataan, seketika kamu
robohkan semuanya dengan hadir dalam mimpiku. Entah untuk yang keberapa kali
kamu hadir disana!.
Tuhan, kapankah
semua kisahku tentangnya akan berakhir?
Kenapa? Ada apa? Aku
tak pernah bisa temukan jawaban itu darimu. Kau tau, rasanya sangat ingin
habiskan waktu sebanyak mungkin denganmu. Aku hanya butuh kesempatan itu
darimu. Kesempatan untuk bisa menemanimu. Tuhan... Apakah semua inginku ini
hanya mimpi?, Tuhan... Apakah dia sudah tak mungkin lagi ku miliki?.
Malam sudah
selarut ini, dan bayangan tentangmu masih enggan terpejam. Aku lelah
mengikutinya menari liar dalam benakku. Membuaiku dalam keindahan yang saat
mata terbuka semuanya lenyap tak bersisa. Hei... Apa yang kau lakukan disana
selarut ini? Sudah tidur kah kau?. Aku merindukanmu...
Kamu hadir lagi
(dalam mimpiku), untuk pertama kalinya kamu tertawa. Aku senang jika pada
nyatanya kamu juga sedang bahagia. Aku berharap semua yang kamu lakukan
berjalan dengan baik.
Apa yang akan
terjadi besok? Aku gugup, ya! Aku sangat gugup..... Tuhan aku ingin semua ini
terjadi atas izinMU, dan bahagiakanlah aku Tuhan...
Kau tau, rasanya
terlalu indah apa yg terjadi. Aku tak bisa menggambarkannya, aku kesusahan
mendeskripsikannya. Semuanya seperti kembang api yang menyembur indah di
angkasa!. Tuhan telah mengaturnya sedemikian rupa untuk bahagiakanku,
terimakasih Tuhanku, terimakasih... Tapi Tuhan, bisakah kau tetap menjagaku?
Menjaga cinta ini agar tak meletup dan tak membuatnya jauh dariku?. Aku sangat
menyayanginya, melihatnya tertawa, mendengarnya bercerita, dan menjadi bagian
dari bahagianya adalah hal yang selama ini aku inginkan. Dan itu sudah cukup
untukku. Rasanya ada sedikit rasa tak adil karena waktu berlalu begitu cepat,
mengubah siang menjadi malam hanya dalam hitungan detik, tapi itu semua tak
mengurangi rasa bersyukurku padaMu tuhan. Terimakasih karna telah kau izinkan
aku mencintainya dalam diam, menguatkanku setiap saat ketika kenyataan terus
menghantam. Terimakasih Tuhan...
Tuhan, Mungkinkah
Kau izinkan aku menjadi yang pertama mendengar berita bahagia darinya?, akankah
dia menepati janjinya?, Tuhan..... Kenapa mendadak terselip rindu akan canda
dan waktu yang aku habiskan bersamanya?. Tuhan, inikah cobaan-MU? Memudarkan
rasaku dengan mendekatkannya? Bisakah rasa ini pudar Tuhan? Setelah sekian
lama.....
Hingga detik ini
aku masih menunggu. Entah kapan pertanyaan ini akan terjawab. Berkali-kali otak
ini berpikir, tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tapi gelap! Tak ada
gambaran, juga tanpa bayangan. Janji itu telah usang. Tuhan, apa ini harapanku
padaMu salah tentangnya?, apa semua masih tetap sama?.
Dan akhirnya,
ketika kabar bahagia tentangmu itu datang, rasanya seperti kembang apa itu
kembali menyembur indah di angkasa. Semua kekhawatiran itu lenyap, dan bahagia
itu datang memeluk. Aku tahu, aku bukan yang pertama, tak apa. Aku bisa
mengerti. Melihatmu bahagia, itu yang aku inginkan.
Hari ini, mungkin
ini hari terakhir aku bisa melihatnya. Janji terakhir telah terlaksana, dan tak
ada alasan yang akan pertemukan kita lagi. Kamu tau? Setiap detik yang
terlewat, aku menyimpannya baik-baik dalam memoriku. Rasanya aku tak ingin hari
ini berakhir. Tapi memang harus berakhir. Mungkin ini pertanda dari Tuhan,
bahwa setelah hari ini aku harus menghentikan semuanya. Berhenti berharap untuk
melihatmu, berhenti berharap untuk menjadi bagian dari bahagiamu, dan berhenti
berkhayal bahwa terselip kemungkinan kamu miliki rasa yang sama denganku. Aku
harus menyudahi semuanya tentangmu, tapi kamu harus tau bahwa bagiku rasa yang
aku miliki untukmu ini adalah hal terhebat yang pernah aku rasakan dalam
hidupku. Dan ada detik dimana aku akhirnya menyadari sesuatu, bahwa tak pernah
ada aku dalam duniamu. Bahagiamu seutuhnya milikmu dan duniamu, tanpa ada ruang
tersisa untukku. Aku kalah...
Tuhan, mungkin aku
takkan pernah berhenti menyebut namanya dalam setiap doaku. Mungkin aku takkan
pernah berhenti berharap padaMu bahwa akan ada saat dimana suatu hari nanti aku
bisa bersamanya. Tapi tuhan, jika pengharapanku tentangnya salah. Pertemukanku
dengan seseorang yang tepat, seseorang yang selalu menyebut namaku dalam
doanya, seseorang yang menjadikanku dunianya,
dan izinkan aku untuk mencintainya.




0 komentar:
Posting Komentar