Seperti sedang
bermain tebak-tebakan dengan sang takdir. Aku gak pernah mengerti apa yang coba
takdir sembunyikan dariku, dan aku juga gak pernah tahu kejutan apa yang coba
takdir berikan untukku.
Hari itu, hari
dimana setelah sekian lama akhirnya kita bertemu lagi. Aku menunggumu di
parkiran motor, karena terlalu lama akhirnya aku putuskan untuk berjalan jalan
sebentar . Tak seberapa lama sms darimu bilang kalo kamu sudah ada di satu
lantai dari lantai tempatku berada sekarang. Selama di eskalator aku tak
berhenti berdoa, menenangkan batinku yang mulai bergetar hebat. Dan untuk
pertama kalinya aku melihatmu, kamu tersenyum dan rasanya seperti ada jutaan
kupu-kupu dalam perutku. Tuhan... Aku tak percaya ini, akhirnya aku bisa
bertemu dengannya lagi, berada didekatnya, dan mendengar suaranya. Kamu
mengajakku pergi dari tempat itu, kita pindah ke mall yang lain. Saat itu kita
berada di outlet serba jepang, aku melihatmu sedang
sibuk mengamati barisan file dan binder yang ada di rak, aku ingin mendekat,
tapi langkahku terhenti. Entah kenapa, aku senang menatap punggungmu dari
kejauhan. Aku menyukainya... Dan momen-momen bisu saat kita ada di dalam mobil,
aku begitu menikmatinya. Aku merasa, masih ada sosok Oci tersisa dari yang
pernah aku kenal dulu.
Dan sebuah percakapan ringan kala itu berhasi
mengobrakabrik segalanya.
"apa yang mau
kamu lakukan kalo sudah lulus nanti?, biasanya kan cewek setelah lulus langsung
menikah!". Aku tertawa kecil menanggapinya. "menikah?, menikah sama
siapa?", tanyaku balik.
"ya sama
pacarmu lah!". Jawabmu serius.
"Aku gak tau,
jodoh itu kan tuhan yang tentukan. Kita gak pernah tahu dengan siapa kita besok
akan menikah. Lagi pula aku masih pengen nyenengin orang tua dulu lah...".
Aku mencoba menjawab se diplomatis mungkin. "kalo kamu?, kamu bakalan nikah
setelah lulus?". Aku balik bertanya.
"enggak, aku
masih pengen kerja dulu. Lagi pula aku sudah meminta sesorang buat nunggu aku
dimasa depannya!". Rasanya
jantungku berhenti berdetak, ungkapan itu! Aku masih mengingatnya dengan jelas.
"siapa cewek
itu? Temen kuliahmu?, temen SMA ato temen SMP? Ato mungkin temen SD?", aku
mencoba bertanya dengan nada sedatar mungkin.
"pokoknya ada
lah...", jawabmu dengan tenang.
"lalu apa
katanya?, dia mau nunggu kamu?". Tanyaku lagi.
"entahlah, kalo
emang detelah aku sukses dia masih nunggu aku ya berarti dia jodohku, kalo
enggak ya berarti usaha yang selama ini aku lakuin bukan buat dia".
Ya Tuhan....
Teka-teki apalagi ini?.
Sejak saat itu,
seluruh perasaan yang sudah susah payah bertahun-tahun aku simpan meluap
seketika tanpa bisa aku tahan lagi. Perasaan ini berekspansi tanpa pernah bisa
aku kendalikan.
Berkali-kali
orang-orang terdekatku memperingatiku tentang perasaan ini, menyadarkanku bahwa
perasaan ini hanya milikku sendiri tapi entah kenapa ada sebersit pengharapan
yang muncul dari hatiku bahwa mungkin kamu masih menyimpan rasa yang sama.
Kejadian demi kejadian terjadi silih berganti dan menguatkan perasaanku. Hingga
akhirnya aku mengutarakan semua rasa yang aku simpan padamu, rasa sayang, rasa
rindu, semua rasa yang selama ini aku tahan untukmu akhirnya terlepas pada hari
pengakuan itu. Tapi kamu meminta maaf, kamu bilang bahwa aku tak lebih dari
seorang teman baik untukmu.
Ya tuhan.... Semua
pengharapan ini runtuh, semua penantian itu sia-sia. Tapi aku bukan typical
orang yang mudah menyerah, aku mencoba meyakinkan diriku sendiri tentang
perasaanmu yang sebenarnya. Dan sikapmu sudah mejawab semuanya. Kamu
mengacuhkanku, kamu tak mau lagi peduli dengan duniaku, dan kamu menganggapku
tak terlihat dimatamu. Semua sikapmu itu membuatku lelah, membuatku pada
akhirnya menyerah dan menganggapmu hanya bagian dari imajinasiku belaka. Tapi
seolah Tuhan tak ingin aku menganggapmu tak nyata, tuhan selalu punya cara
untuk menunjukkan padaku bahwa kamu masih ada, dan kamu nyata!
Dua kali, ya dua
kali aku berpapasan denganmu tanpa pernah kamu sadari itu. Dan tiap kali
setelah momen tak sengaja itu otakku kembali bereuforia, karna aku bisa
melihatmu. Tapi hari demi hari euforia ini semakin menyakitiku. Aku benci
merasa seperti ini, aku merasa benci karena harus punya rasa cinta yang sebesar
ini.
Dan pada akhirnya
kamu menyadarkanku, bbm pendekmu itu membuatku mengerti perasaanmu.
"kenapa km
masih brenti dan menoleh ke belakang.. Ndak ada gunanya.
Mulailah berjalan
dan kejar apa yang menjadi cita2mu.. Karena disitu km bakal dapat
kebahagiaan.."
Kalimat-kalimat
pendek itu membuatku menyadari sesuatu, bahwa kamu sudah lebih dulu
meninggalkan masa lalu kita. Bahwa selama ini aku terjebak dalam imajinasiku
sendiri akan sosokmu yang aku fikir masih gak berubah. Aku sudah kehilanganmu,
dan aku sudah kehilangan pertemanan kita. Dan bahwa selama ini gadis yang kamu
minta untuk menunggumu dimasa dapan sudah berbeda. Harusnya aku sadar itu dari
awal! Ya Tuhan...... Aku benar-benar merasakan sakit yang luar biasa, aku
seperti gadis bodoh yang melakukan penantian dengan sia-sia!.
Dan kini muncul
banyak sekali kata kenapa dalam otakku!
Kenapa KAU izinkan
aku bertemu dengannya lagi saat itu Tuhan?
Kenapa KAU biarkan
aku menanti selama ini dengan hanya berpegang pada ucapan yang sekarang terasa
konyol?
Kenapa KAU titipkan
cinta untuknya padaku Tuhan?
Kenapa KAU buat dia
tak miliki rasa yang sama untukku tuhan?
Kenapa rasa ini
hanya milikku sendiri?
Kenapa aku harus
merasakan sakit yang sedahsyat ini Tuhan?
Dan kenapa harus dia
yang melukaiku?
Bertahun-tahun aku
memikirkan alasan kenapa aku bisa menyukaimu, tapi tak pernah bisa kutemukan
alasan itu. Dan sekarang ketika aku telah tersakiti, aku belajar untuk
membencimu, tapi aku tak pernah temukan alasan untuk bisa membencimu... Karena
semua rasa ini mucul begitu saja, tanpa butuh alasan apapun...
Tuhan... Aku sudah
habiskan banyak air mata untuk kisah ini. Dan aku percaya, bahwa tak ada yang
namanya kebetulan di dunia ini. Ada sesuatu yang mungkin ingin KAU tunjukkan
padaku, sesuatu yang KAU ingin aku pelajari tentang cinta. Tuhan dalam keputus
asaan ini, izinkan aku meminta untuk yang terakhir kalinya.
Jika memang masih
ada garis takdirku dengannya, kembalikan dia seperti sedia kala di Hariku nanti.
Namun jika garis
takdirku sudah habis dengannya, hapuskan dia dari ingataknku, lenyapkan dia
dari imajinasiku, dan jangan pernah pertemukan kita lagi untuk selamanya....




0 komentar:
Posting Komentar