Jumat, 13 Juni 2014

Prolog Hati Akhir


Seperti sedang bermain tebak-tebakan dengan sang takdir. Aku gak pernah mengerti apa yang coba takdir sembunyikan dariku, dan aku juga gak pernah tahu kejutan apa yang coba takdir berikan untukku.

Hari itu, hari dimana setelah sekian lama akhirnya kita bertemu lagi. Aku menunggumu di parkiran motor, karena terlalu lama akhirnya aku putuskan untuk berjalan jalan sebentar . Tak seberapa lama sms darimu bilang kalo kamu sudah ada di satu lantai dari lantai tempatku berada sekarang. Selama di eskalator aku tak berhenti berdoa, menenangkan batinku yang mulai bergetar hebat. Dan untuk pertama kalinya aku melihatmu, kamu tersenyum dan rasanya seperti ada jutaan kupu-kupu dalam perutku. Tuhan... Aku tak percaya ini, akhirnya aku bisa bertemu dengannya lagi, berada didekatnya, dan mendengar suaranya. Kamu mengajakku pergi dari tempat itu, kita pindah ke mall yang lain. Saat itu kita berada di  outlet serba jepang, aku melihatmu sedang sibuk mengamati barisan file dan binder yang ada di rak, aku ingin mendekat, tapi langkahku terhenti. Entah kenapa, aku senang menatap punggungmu dari kejauhan. Aku menyukainya... Dan momen-momen bisu saat kita ada di dalam mobil, aku begitu menikmatinya. Aku merasa, masih ada sosok Oci tersisa dari yang pernah aku kenal dulu. 


Dan sebuah percakapan ringan kala itu berhasi mengobrakabrik segalanya.
"apa yang mau kamu lakukan kalo sudah lulus nanti?, biasanya kan cewek setelah lulus langsung menikah!". Aku tertawa kecil menanggapinya. "menikah?, menikah sama siapa?", tanyaku balik.
"ya sama pacarmu lah!". Jawabmu serius.
"Aku gak tau, jodoh itu kan tuhan yang tentukan. Kita gak pernah tahu dengan siapa kita besok akan menikah. Lagi pula aku masih pengen nyenengin orang tua dulu lah...". Aku mencoba menjawab se diplomatis mungkin. "kalo kamu?, kamu bakalan nikah setelah lulus?". Aku balik bertanya.
"enggak, aku masih pengen kerja dulu. Lagi pula aku sudah meminta sesorang buat nunggu aku dimasa depannya!".  Rasanya jantungku berhenti berdetak, ungkapan itu! Aku masih mengingatnya dengan jelas.
"siapa cewek itu? Temen kuliahmu?, temen SMA ato temen SMP? Ato mungkin temen SD?", aku mencoba bertanya dengan nada sedatar mungkin.
"pokoknya ada lah...", jawabmu dengan tenang.
"lalu apa katanya?, dia mau nunggu kamu?". Tanyaku lagi.
"entahlah, kalo emang detelah aku sukses dia masih nunggu aku ya berarti dia jodohku, kalo enggak ya berarti usaha yang selama ini aku lakuin bukan buat dia".
Ya Tuhan.... Teka-teki apalagi ini?.
Sejak saat itu, seluruh perasaan yang sudah susah payah bertahun-tahun aku simpan meluap seketika tanpa bisa aku tahan lagi. Perasaan ini berekspansi tanpa pernah bisa aku kendalikan.

Berkali-kali orang-orang terdekatku memperingatiku tentang perasaan ini, menyadarkanku bahwa perasaan ini hanya milikku sendiri tapi entah kenapa ada sebersit pengharapan yang muncul dari hatiku bahwa mungkin kamu masih menyimpan rasa yang sama. Kejadian demi kejadian terjadi silih berganti dan menguatkan perasaanku. Hingga akhirnya aku mengutarakan semua rasa yang aku simpan padamu, rasa sayang, rasa rindu, semua rasa yang selama ini aku tahan untukmu akhirnya terlepas pada hari pengakuan itu. Tapi kamu meminta maaf, kamu bilang bahwa aku tak lebih dari seorang teman baik untukmu.

Ya tuhan.... Semua pengharapan ini runtuh, semua penantian itu sia-sia. Tapi aku bukan typical orang yang mudah menyerah, aku mencoba meyakinkan diriku sendiri tentang perasaanmu yang sebenarnya. Dan sikapmu sudah mejawab semuanya. Kamu mengacuhkanku, kamu tak mau lagi peduli dengan duniaku, dan kamu menganggapku tak terlihat dimatamu. Semua sikapmu itu membuatku lelah, membuatku pada akhirnya menyerah dan menganggapmu hanya bagian dari imajinasiku belaka. Tapi seolah Tuhan tak ingin aku menganggapmu tak nyata, tuhan selalu punya cara untuk menunjukkan padaku bahwa kamu masih ada, dan kamu nyata!
Dua kali, ya dua kali aku berpapasan denganmu tanpa pernah kamu sadari itu. Dan tiap kali setelah momen tak sengaja itu otakku kembali bereuforia, karna aku bisa melihatmu. Tapi hari demi hari euforia ini semakin menyakitiku. Aku benci merasa seperti ini, aku merasa benci karena harus punya rasa cinta yang sebesar ini.
Dan pada akhirnya kamu menyadarkanku, bbm pendekmu itu membuatku mengerti perasaanmu.

"kenapa km masih brenti dan menoleh ke belakang.. Ndak ada gunanya.
Mulailah berjalan dan kejar apa yang menjadi cita2mu.. Karena disitu km bakal dapat kebahagiaan.."

Kalimat-kalimat pendek itu membuatku menyadari sesuatu, bahwa kamu sudah lebih dulu meninggalkan masa lalu kita. Bahwa selama ini aku terjebak dalam imajinasiku sendiri akan sosokmu yang aku fikir masih gak berubah. Aku sudah kehilanganmu, dan aku sudah kehilangan pertemanan kita. Dan bahwa selama ini gadis yang kamu minta untuk menunggumu dimasa dapan sudah berbeda. Harusnya aku sadar itu dari awal! Ya Tuhan...... Aku benar-benar merasakan sakit yang luar biasa, aku seperti gadis bodoh yang melakukan penantian dengan sia-sia!.

Dan kini muncul banyak sekali kata kenapa dalam otakku!
Kenapa KAU izinkan aku bertemu dengannya lagi saat itu Tuhan?
Kenapa KAU biarkan aku menanti selama ini dengan hanya berpegang pada ucapan yang sekarang terasa konyol?
Kenapa KAU titipkan cinta untuknya padaku Tuhan?
Kenapa KAU buat dia tak miliki rasa yang sama untukku tuhan?
Kenapa rasa ini hanya milikku sendiri?
Kenapa aku harus merasakan sakit yang sedahsyat ini Tuhan?
Dan kenapa harus dia yang melukaiku?

Bertahun-tahun aku memikirkan alasan kenapa aku bisa menyukaimu, tapi tak pernah bisa kutemukan alasan itu. Dan sekarang ketika aku telah tersakiti, aku belajar untuk membencimu, tapi aku tak pernah temukan alasan untuk bisa membencimu... Karena semua rasa ini mucul begitu saja, tanpa butuh alasan apapun...

Tuhan... Aku sudah habiskan banyak air mata untuk kisah ini. Dan aku percaya, bahwa tak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Ada sesuatu yang mungkin ingin KAU tunjukkan padaku, sesuatu yang KAU ingin aku pelajari tentang cinta. Tuhan dalam keputus asaan ini, izinkan aku meminta untuk yang terakhir kalinya.
Jika memang masih ada garis takdirku dengannya, kembalikan dia seperti sedia kala di Hariku nanti.

Namun jika garis takdirku sudah habis dengannya, hapuskan dia dari ingataknku, lenyapkan dia dari imajinasiku, dan jangan pernah pertemukan kita lagi untuk selamanya....

0 komentar:

 

Miss Double N's Story Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting