Rabu, 28 Oktober 2015

Msyn


Aku sedang duduk di hamparan rumput yang sudah lama berwarna coklat karna penantiannya terhadap hujan masih belum usai. Perlahan angin menerpa wajahku untuk kesekian kalinya dengan lembut, menemaniku menapaki segala angan tentangmu.

Kamu, entah kenapa segala tentangmu di benakku begitu sempurna. Aku terlempar ke masa-masa setahun silam, saat aku benar-benar merasa bahagia. Kita yang selalu tertawa lepas, mengomentari hal-hal yang konyol, berjalan-jalan bergandengan tangan, menghabiskan satnite di mall, berburu bazar dan kuliner, dan terkadang kita berdebat soal hal-hal yang kita tak sependapat. Jangan ditanya rasanya saat itu, yang aku rasakan adalah benar-benar bahagia dan aku tak ingin semuanya berakhir.
Kamu kenalkanku pada dunia yang tak pernah aku tahu, travelling, pergi ke pantai, pergi tempat-tempat baru, dan membuatku mencintai alam sebesar aku mencintaimu. Setiap detik yang terlewat, setiap detik yang kita miliki selalu terpatri kuat diingatanku.
Aku mengenalmu, sosok yang dingin, cuek, perfeksionis, dan terkadang sadis. Tapi semua hal itu tak membuatku berhenti menyukaimu. Kamu yang slalu sisihkan waktu untukku, mengajariku yang malas tentang kedisiplinan, menceritakan pengharapan masa depan yang indah bersamaku, dan kamu yang selalu tersenyum menguatkanku disaat dunia menjauhiku. Kamu, segalanya untukku.

Tapi, seperti katamu. Everything in this world comes in pair. Kebersamaan kita pasti akan bertemu dengan perpisahan. Harusnya aku sadar itu, ketika segalanya tentangmu mulai menyakitiku. Tetapi seperti gadis bodoh yang tak ingin kehilangan keindahan bunga mawar yang aku miliki, aku menggenggam batangnya hingga semua durinya melukai tanganku dan membuatnya berdarah.
Dan saat aku tersadar bahwa untuk mengagumi keindahan bunga mawar aku tak harus menggenggamnya, aku memilih untuk melepasnya. Karna aku tahu, aku tetap bisa melihat bunga mawarku dari jauh, melihatnya merekah di tempat yang seharusnya dia berada.

Dulu, aku selalu menganggap bulshit perkataan orang yang mengatakan bahwa cinta tak harus memiliki, karna bahagia adalah melihat orang yang kita cintai juga bahagia dengan pilihannya meski tanpa ada kita di dalamnya. Sungguh aku tak mempercayai kalimat itu, hingga saat dimana kamu mengatakan bahwa kamu ingin mengakhiri semuanya.
Di titik itu aku tersadar, kamu adalah bahagiaku, tapi bahagiamu adalah ketika semuanya tentangku berakhir dihidupmu. Aku membiarkanmu memilih, aku membiarkanmu meggoreskan luka sebanyak yang kamu mau, dan pada akhirnya aku dengan tulus melepasmu.
Aku tau, aku akan terluka, aku akan terpuruk, tapi tak apa. Aku percaya pada kekuatan waktu yang akan sembuhkanku. Aku akan kembali berdiri, dan berdoa pada Tuhan agar suatu saat kamu bisa melihatku.
Mungkin kamu berfikir sudah berhasil memusnahkan semua tentang kita, tapi kamu lupa. Ada satu bagian yang itu hanya aku yang memilikinya, bukan kita. Dan bagian itu adalah tentang perasaanku, yang sepenuhnya akan tetap sama untukmu.
Dear: msyn.

0 komentar:

 

Miss Double N's Story Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting