Minggu, 25 Oktober 2015

My First Time!


Aku memilih tempat di sebrang lapangan futsal yang dia sewa. Benar-benar spot yang pas rasanya, aku bisa memandanginya sampai aku puas. Melihatnya berlari kesana kemari mengejar bola, dan tertawa lepas di tengah tengah permainan. Aku rasa, dia telah kembali ke dunianya.
Dulu aku selalu berfikir, menanamkan pernyataan dalam benakku bahwa menunggu Sesorang yang tengah bermain futsal adalah hal paling gila yang aku tempatkan di deretan pertama list 'hal-hal yang tak akan aku lakukan'. But guess what?, aku rasa aku harus menelan pernyataanku sendiri. Karna faktanya aku duduk di sudut lain tempat futsal yang di penuhi kaum adam ini dan sedang sibuk mengamati sosok pria tinggi, putih, bermata sipit yang sedang berlari kesana kemari mengejar bola. Tuhan... Mungkin aku gila! Dan parahnya, aku terpesona dibuatnya! Ah sial, ini tak pernah terjadi dalam hidupku sebelumnya. Well memang sih, ini bukan pertama kalinya punya pacar yang gila olah raga. Tapi ini pertama kalinya aku pengen dateng ke tempat futsal cuman pengen liat pacarku main futsal. Hahahahaha.

Awalnya, risih banget... Risih serisih risihnya ngeliat tempat segede ini di penuhi oleh kaum adam! *ya kali mall yang isinya cewek semua! Heheheh. Ngeliat mereka berlumuran keringat, berteriak-teriak bak tarzan, atau bahkan meludah sembarang!. Tapi semakin lama, aku hanyut dalam euforia kesenangan mereka. Tiap kali ada yang mencetak gol, bibirku pun turut mengulas senyum.
Pertandingan telah usai rupanya, tapi dia masih sibuk mengobrol di sudut lapangan, dan akupun membuka handphone mengecek pesan-pesan masuk dari sosmedku.
"Yuk pulang....", aku mendongak menatap sumber suara itu. Keringat mengucur deras dan baju basah kuyup seperti habis bermain air, tapi wajahnya sumringah.
"Kita langsung pulang setelah ini?", tanyanya saat kita sudah diatas motor.
"Aku laper... Aku pengen makan... " sahutku dari belakang.
"Oke kita makan!". Jawabnya.
Ini sudah jam 11 malam, tapi fast food di tengah kota ini masih ramai dan antriannya masih panjang.
Dia berdiri di belakangku, meletakkan dagunya diatas kepalaku. Salah satu kebiasaan manjanya yang paling aku suka.
"Capek ya?", tanyaku sambil mendongakkan kepala agar bisa menatapnya. Dia menggeleng dan tersenyum, senyum itu... Senyum yang mampu buatku merasa aku akan baik-baik saja saat bersamanya.
"Lagian aku juga laper kok... " katanya riang. Aku mengangguk dan kembali fokus ke antrian.
Kita hanya memesan burger dan ice cream. Menu sederhana tapi membuat bahagia karna aku makan bersamanya. Hahahhaha *konyol*
Dan sekarang sudah jam 12 saat motornya sampai di depan pagar rumahku, "makasih ya yang buat malam ini...". Dia menatapku sejenak sambil tersenyum.
Aku mengangguk, "take care sayang.... ".
Dan well ini sepenggal cerita bahagiaku dengannya.
Kamu, aku tak butuh alasan apapun untuk mencintaimu. Hanya kamu...

0 komentar:

 

Miss Double N's Story Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting