Selasa, 16 Oktober 2012

Cerita Singkat Di Sore Hari



"Hey, kamu kenapa lagi?". Lamunanku mendadak buyar karna tepukan dibahuku.
"eh kamu… gak  ada apa - apa kok!, ada apa?". Tanyaku pada sahabatku yang berdiri dihadapanku saat ini.
"udahlah…. Gak usah bohong lagi, seharian ini wajahmu sungguh melow. Dan aku yakin pasti karna dia lagi ya?".
Aku menghela nafas panjang, "Hemm… entahlah, serasa dipermainkan saja perasaanku ini!".
Sahabatku menyeret sebuah kursi dan duduk dihadapanku, "Kamu diapain lagi sih sama dia?". Tanyanya penasaran.
"aku juga gak ngerti, berbulan bulan yang lalu dia menghilang begitu saja dari hidupku, dia bikin aku frustasi. Setiap hari menghubunginya seperti orang gila…!!, beberapa waktu yang lalu aku memberanikan diri untuk meminta penjelasan padanya. Tapi kamu tau apa yang terjadi?".  Sahabatku menggeleng cepat.
"Dia membentak - bentakku, dia bilang kalo aku gak boleh ganggu hidupnya lagi. Aku gak boleh sms atopun telpon dia lagi…..!". Mendadak mataku terasa panas, dan perlahan air mata mulai turun membasahi pipi. Sahabatku hanya terdiam menatapku sambil menyodorkan tisu. Aku menerimanya dan melanjutkan ceritaku.
"tapi kemarin lusa, mendadak semuanya berubah. Bak gunung es yang tiba - tiba mencair, dia nge  sms aku dengan innocencenya, seperti gak pernah ada apa - apa gitu…. Jelas aku menanggapinya dengan innocence juga, aku fikir ini pertanda kalo aku dan dia sudah mulai baikan. Tapi….". Kata - kataku terputus, tangisku semakin pecah dan sahabatku beringsut memelukku. Untuk sejenak aku terlarut dalam tangisku, sampai tangisku mereda dan sahabatku mulai melepas pelukannya.
"Kamu gak apa - apa kan?", tanyanya pelan. Aku mengangguk lemah.
"Aku cuman sedih aja, baru sehari dia baik sama aku, tapi sekarang sikapnya sudah balik kayak dulu lagi. Dia jadi angkuh, cuek dan aku benci caranya menatapku. Aku gak ngerti apa yang dimauinya, dia susah sekali ditebak….". Aku menyeka sisa - sia air mataku dengan punggung tangan.
"Sudah - sudah,  ini semua harusnya gak terjadi kalo kamu gak menaruh rasa, gak terlalu baik, gak terlalu percaya dia, dan kamu gak terlalu sayang dia. Akibatnya jadi gini kan?, meskipun dia udah nyakitin kamu tapi kamu masih tetep sayang dia….". Jelas sahabatku panjang lebar.
"terus aku harus gimana?, aku paling gak bisa didiemin kayak gini…..". Aku menelungkupkan wajah dimeja.
"sudahlah…. Kamu sabar ajah, kita lihat ajah nanti. Kalo perasaan yang dia punya gak berubah ke kamu sampe sekarang, dia gak bakalan tega bikin aku nangis kayak gini. Kamu harus percaya itu…..". Tutup sahabatku untuk menyemangatiku.

0 komentar:

 

Miss Double N's Story Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting