Kamis, 17 April 2014

The Story Only I Didn't Know


Let time heals my scar! I don't know why, when you reply back my text I see a little hope there even I know it was illusion...
You never have same feeling like me, there's no my name in ur heart and you never feel guilty about me!


Kadang aku berpikir, apa yang bisa menghubungkanku dengamu?. Membuatku mampu menjangkau duniamu yang ada di luar batasku. Kenapa kamu begitu jauh?, kenapa aku hanya bisa mendongak untuk melihatmu? Dan menjaga agar air mata ini tak terjatuh. Aku menyukai segalanya yang ada padamu, aku sangat menyukaimu. Aku berjuang keras melawan nyatanya duniaku, melawan logikaku, dan aku terjatuh. Aku dan perasaanku terluka, tapi kamu tak pernah tahu.



Kau tau?, keberanian itu selalu menciut jika aku sedang bersamamu. Semua kata-kata ini tertahan. Kadang kita terdiam, tenggelam dalam alunan musik yang mengalun, larut dalam pikiran masing-masing. Aku tak pernah bisa menerka apa yang kamu pikirkan, semua yang terjadi padaku tentangmu bagiku adalah sesuatu hal yang ajaib yang tak bisa ku mengerti namun hanya harus ku terima.


Bisakah aku merubah rasa simpati yang terlanjur mengakar dihatimu?, bisakah aku membuatmu melihatku? Rasa ini tertahan sejak 5 tahun yang lalu, dan ternyata tetap sama. Aku mencoba mengenyahkannya, tapi semakin melihatmu, semakin aku menggila untuk merobohkan tembok pertahananku sendiri. Aku bersembunyi dibalik kata "pertemanan", menyukaimu dalam diam, menyayangimu dalam kehampaan. Aku memanjatkan harapan pada Tuhan, agar suatu saat aku bisa diberikan kesempatan untuk bersamamu. Tapi aku tak bisa paksakan keadaan, aku ingin menikmatinya sambil jalan, aku akan menunggu. Hingga waktu itu tiba, hingga bahagia itu datang padaku.


Rasanya aku ingin berteriak, lebih tepatnya meneriaki diriku sendiri. Betapa aku sangat tolol karna menyukaimu!. Sudah sangat jelas aku tertolak, kamu menganggapku tak lebih dari seorang teman. Tiap kali mengingat namamu, otakku begitu cepatnya merespon dengan segala harap yang dulu pernah ada dan membuatku sakit kepala!. Andai aku bisa mengenyahkan perasaan ini!, andai aku bisa bersikap seolah kita memang hanya berteman. Dan andai aku tak pernah mengenalmu.


Harus apa lagi?, harus gimana lagi?, kenapa kamu semakin jauh dan tak terjangkau olehku. Kenapa kesempatan itu tak pernah ada untukku. Kamu membuatku menyerah tanpa alasan. Aku lelah, asal kau tau mungkin aku hampir gila menahan semuanya. Kamu bilang kamu akan jadi temanku, aku mencoba menerima itu dan menjalankan peran seorang teman seperti biasanya. Tapi mendadak kamu berubah. Kamu menghilang. Haruskah seperti ini?, haruskah aku kubur semuanya!


Kali ini, apa harus aku percaya dengan penggambaran yang ada?. Karna hingga detik ini aku masih menganggapmu sebagai bagian dari khayalku. Terkadang aku berfikir apa yang sebenarnya ada diotakmu. Mendadak aku lunglai saat aku tahu kenyataannya tak sejalan.


Kenapa kamu tak pernah peduli aku?, kenapa sekalipun kamu tak pernah bertanya tentangku?. Sebegitu tak berartinya kah aku untukmu?. Aku berusaha untuk tahu tentangmu, berusaha untuk mencoba terlihat di depanmu. Apa usahaku gagal? Apa aku tetap terlihat seolah tak terlihat bagimu?


Aku Berusaha sekuat dan sekeras mungkin untuk melenyapkan bayangmu dari pikiranku. Tapi aku selalu gagal! Lalu aku mencoba membunuh waktu, tapi hasilnya? Kamu muncul di mimpiku dengan penuh harap dan cerita indah. Ketika pagi aku bangun, aku harus menghadapi realita, bahwa pada nyatanya kamu masih tetap menganggapku sama. Tak pernah ada.



Kamu tau? Setelah semua penolakan yang terjadi. Ingin rasanya aku melihatmu, meyakinkan aku bahwa perasaanku memang salah. Dan bahwa aku tak cukup pantas untukmu. Ya Tuhan serasa semuanya telah runtuh!. Aku berusaha sekuat tenaga untuk bangkit meninggalkanmu, tapi langkah ini tertahan!. Kamu tak pernah tau, kamu tak akan tau sedahsyat apa persaanku, dan sedahsyat apa kesakitanku!. Tapi saat aku melihatmu baik-baik saja, dan duniamu tetap sama. Aku sadar, aku kalah...

0 komentar:

 

Miss Double N's Story Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting