Let time heals my
scar! I don't know why, when you reply back my text I see a little hope there
even I know it was illusion...
You never have
same feeling like me, there's no my name in ur heart and you never feel guilty
about me!
Kadang aku
berpikir, apa yang bisa menghubungkanku dengamu?. Membuatku mampu menjangkau
duniamu yang ada di luar batasku. Kenapa kamu begitu jauh?, kenapa aku hanya
bisa mendongak untuk melihatmu? Dan menjaga agar air mata ini tak terjatuh. Aku
menyukai segalanya yang ada padamu, aku sangat menyukaimu. Aku berjuang keras
melawan nyatanya duniaku, melawan logikaku, dan aku terjatuh. Aku dan
perasaanku terluka, tapi kamu tak pernah tahu.
Kau tau?,
keberanian itu selalu menciut jika aku sedang bersamamu. Semua kata-kata ini
tertahan. Kadang kita terdiam, tenggelam dalam alunan musik yang mengalun,
larut dalam pikiran masing-masing. Aku tak pernah bisa menerka apa yang kamu
pikirkan, semua yang terjadi padaku tentangmu bagiku adalah sesuatu hal yang
ajaib yang tak bisa ku mengerti namun hanya harus ku terima.
Bisakah aku
merubah rasa simpati yang terlanjur mengakar dihatimu?, bisakah aku membuatmu
melihatku? Rasa ini tertahan sejak 5 tahun yang lalu, dan ternyata tetap sama.
Aku mencoba mengenyahkannya, tapi semakin melihatmu, semakin aku menggila untuk
merobohkan tembok pertahananku sendiri. Aku bersembunyi dibalik kata
"pertemanan", menyukaimu dalam diam, menyayangimu dalam kehampaan.
Aku memanjatkan harapan pada Tuhan, agar suatu saat aku bisa diberikan
kesempatan untuk bersamamu. Tapi aku tak bisa paksakan keadaan, aku ingin
menikmatinya sambil jalan, aku akan menunggu. Hingga waktu itu tiba, hingga
bahagia itu datang padaku.
Rasanya aku ingin
berteriak, lebih tepatnya meneriaki diriku sendiri. Betapa aku sangat tolol
karna menyukaimu!. Sudah sangat jelas aku tertolak, kamu menganggapku tak lebih
dari seorang teman. Tiap kali mengingat namamu, otakku begitu cepatnya merespon
dengan segala harap yang dulu pernah ada dan membuatku sakit kepala!. Andai aku
bisa mengenyahkan perasaan ini!, andai aku bisa bersikap seolah kita memang
hanya berteman. Dan andai aku tak pernah mengenalmu.
Harus apa lagi?,
harus gimana lagi?, kenapa kamu semakin jauh dan tak terjangkau olehku. Kenapa
kesempatan itu tak pernah ada untukku. Kamu membuatku menyerah tanpa alasan.
Aku lelah, asal kau tau mungkin aku hampir gila menahan semuanya. Kamu bilang
kamu akan jadi temanku, aku mencoba menerima itu dan menjalankan peran seorang
teman seperti biasanya. Tapi mendadak kamu berubah. Kamu menghilang. Haruskah seperti
ini?, haruskah aku kubur semuanya!
Kali ini, apa
harus aku percaya dengan penggambaran yang ada?. Karna hingga detik ini aku
masih menganggapmu sebagai bagian dari khayalku. Terkadang aku berfikir apa
yang sebenarnya ada diotakmu. Mendadak aku lunglai saat aku tahu kenyataannya
tak sejalan.
Kenapa kamu tak
pernah peduli aku?, kenapa sekalipun kamu tak pernah bertanya tentangku?.
Sebegitu tak berartinya kah aku untukmu?. Aku berusaha untuk tahu tentangmu,
berusaha untuk mencoba terlihat di depanmu. Apa usahaku gagal? Apa aku tetap
terlihat seolah tak terlihat bagimu?
Aku Berusaha
sekuat dan sekeras mungkin untuk melenyapkan bayangmu dari pikiranku. Tapi aku
selalu gagal! Lalu aku mencoba membunuh waktu, tapi hasilnya? Kamu muncul di
mimpiku dengan penuh harap dan cerita indah. Ketika pagi aku bangun, aku harus
menghadapi realita, bahwa pada nyatanya kamu masih tetap menganggapku sama. Tak
pernah ada.
Kamu tau? Setelah
semua penolakan yang terjadi. Ingin rasanya aku melihatmu, meyakinkan aku bahwa
perasaanku memang salah. Dan bahwa aku tak cukup pantas untukmu. Ya Tuhan
serasa semuanya telah runtuh!. Aku berusaha sekuat tenaga untuk bangkit
meninggalkanmu, tapi langkah ini tertahan!. Kamu tak pernah tau, kamu tak akan
tau sedahsyat apa persaanku, dan sedahsyat apa kesakitanku!. Tapi saat aku
melihatmu baik-baik saja, dan duniamu tetap sama. Aku sadar, aku kalah...




0 komentar:
Posting Komentar