Jumat, 13 Juni 2014

Prolog Hati Mula


Aku tak pernah faham darimana perasaan ini berasal, yang aku tahu kamu selalu ada disaat dulu aku patah hati. Saat aku menangis di gelapnya malam, kamu datang dan ajakku duduk diluar melihat taburan bintang sambil temaniku dalam diam. Kita tak pernah bicara banyak, karena aku tahu kamu pendiam dan kamu tak suka bicara. Tapi aku nyaman, karna aku memang tak pernah butuh orang yang bisa seenaknya mengomentariku dan sok menasehatiku. Sejak saat itu duniaku berubah, keberadaanmu membuatku benar-benar merasa memiliki sesorang yang bisa jadi tempat untukku bersandar. Dan sejak saat itu, aku mulai menyayangimu seperti seorang kakak bagiku.

Begitupun kamu, kamu jadi sosok yang menyenangkan, kamu mulai mau banyak bicara denganku. Bercerita tentang kehidupan dan gadis yang kamu suka sejak kelas 9 itu. Dengan senang hati aku mendengarkan setiap ceritamu, Menghabiskan waktu berjam-jam di telpon ataupun mencuri-curi waktu di sela-sela bimbel di hari sabtu lewat notes yang dikirim via bluetooth. Aku menjadi orang yang pertamakali bahagia saat kamu bilang kamu sudah jadian dengannya, dan aku juga menjadi orang pertama yang terluka saat kamu bilang bahwa akhirnya kalian berdua harus berpisah.


Aku ingat saat itu hari sabtu, seperti biasa kelas 12 punya jadwal renang rutin bulanan. Saat itu aku sudah ada di tribun kolam renang dan aku melihatmu datang dengannya. Aku bahagia, akhirnya kamu bisa bahagia dengan gadis yang sudah 3 tahun kamu suka. Tapi malamnya kamu menelponku, kamu bilang kalo dia akhirnya mutusin kamu dengan alasan karena kamu terlalu pendiam dan dia gak dibolehin pacaran sama mamanya. Hah! Alasan macam apa itu?, aku marah! Ya aku marah! Memangnya apa yang salah dengan sifat pendiammu itu?, jika dia benar cinta, dia pasti akan bisa menyukai kediaman itu. Berjam jam aku mencoba menghiburmu, dan akhirnya kita berdua memutuskan untuk have fun keesokan harinya.

Besoknya kita memutuskan untuk nonton eclipse. Dan aku rasa itu pilihan yang buruk, karena eclipse adalah film tersuram yang pernah kulihat. Jalan ceritanya berisi tentang rasa putus asa yang tak berkesudahan. Dan aku bisa memahami perasaanmu saat tiba-tiba kamu menyandarkan kepala dibahuku. Sejak saat itu aku memutuskan untuk selalu menjaga perasaanmu, karena aku ingin kamu bahagia, karena aku ingin kamu kembali tertawa. Dan sejak saat itu aku mulai menyukaimu dalam diam.
Aku tahu rasa ini salah, gak seharusnya perasaan ini ada. Gak seharusnya rasa sayangmu aku salah artikan. Karena aku tahu diri, karena aku gak akan mungkin menggantikan posisi gadis itu dihatimu. Aku tahu hati kita masih sama-sama terluka, aku karenanya, dan kamu karena gadis itu.

Pernah suatu hari kamu bilang sama aku, aku boleh anggep kamu sperti pacarku sendiri. Kamu tahu saat itu apa yang aku rasakan? Kaget! Gak percaya! Karena bagiku kamu itu sosok yang hanya bisa untuk kukagumi, karena bagiku kamu adalah bintang, itu sebabanya aku memanggilmu Oci yang dalam bahasa jepang berarti bintang. Aku terus menerus menepiskan semua perasaanku yang mulai berekspansi, meyakikan pada diriku sendiri bahwa aku tak cukup pantas untukmu, bahwa aku gak boleh menyukaimu. Dan di saat itu, semua kebaikanmu terus mengalir dalam hidupku. Bayangkan bagaimana rasanya jadi aku?, bayangkan betapa susahnya menahan perasaanku!.

Dan aku masih mengingat jelas setiap momen manis yang pernah kita lewati berdua. Saat itu kita pernah ikut tryout bareng di GO dan pulangnya kamu sengaja buntutin aku dari belakang, kamu bilang kamu gak pengen ada apa-apa sama aku. Kamu juga bilang sama aku, "Kalo naik motor jalannya disebelah kiri, jangan di sebelah kanan. Jalur kanan hanya untuk yang mau ngebut...".
Dan pernah juga temenin aku nyari makam kakak kelas yang jadi cinta pertamaku, saat itu hujan deras dan kamu paksa aku pake jas hujan dengan alasan karna kamu gak mau asmaku kambuh dan biarin diri kamu kehujanan.
Kamu juga pernah nyusulin aku sampe ke kota lain, kamu bilang kamu lagi sumpek. Dan saat kita ketemu disana, kamu cuma minta aku untuk menemanimu makan bakso. Aku gak bisa lupa semua itu.

Puncaknya adalah ketika suatu hari sikapmu berubah, aku sedih? Jelas! Karena aku merasa ada yang hilang. Aku mencoba mencari cara, mencari waktu dan mencari kesempatan hingga akhirnya takdir berpihak padaku. Aku mendapatkan kesempatan itu, kesempatan dimana aku bisa bertanya ke kamu kenapa sikapmu berubah. Dan saat itu kamu menjawab, kamu punya perasaan yang beda ke aku dari yang pernah kamu rasain sama cewek-cewek kamu yang dulu.  Rasa itu bukan rasa untuk jadiin aku sebagai pacarmu, tapi rasa ini untuk masa depan...

Aku limbung, aku kacau, aku gak tau harus bereaksi seperti apa. Senang?, sedih? Aku gak tau harus apa! Aku kaget! Seorang sepertimu??? Menyukaiku??? Tuhan... Katakan padaku bahwa aku tidak sedang bermimpi!, katakan padaku bahwa ini realita. Dan sejak saat itu, kamu mulai menjauh....

0 komentar:

 

Miss Double N's Story Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting