Kamis, 08 Desember 2011

Back To December


Aku bersiap-siap untuk berangkat kuliah pagi ini. Sambil mencomot roti yang ada di meja makan aku mengikat tali sepatu coklat usang favouriteku. 
"Ma, aku berangkat ya......". Pamitku kapada mama yang sedang sibuk mengadukkan susu untukku.
"Susunya ini diminum sayang, nanti kamu kelaperan lho dikampus!", mama mencoba mengingatkanku. Tapi aku sudah berlari keluar rumah dan melaju pergi dengan sepeda matic merah kesayangku.


Jalanan di kota surabaya pagi ini benar-benar tak bersahabat, macet dimana- mana dan membuat kesal setengah mati karna aku hampir saja telat di kuliah pertamaku di hari senin ini.
"Kesiangan lagi ya Al?". Lila menatapku yang sedang sibuk merapikan rambut pendekku  tanpa berkedip.
"Kagak, tapi dasar jalanannya aja yang macet! Heran dech, tumben banget kenapa orang-orang itu selalu memenuhi jalanan di pagi hari! Bikin ribet hidup gue aja!". Aku terduduk di kursi sambil menggerutu.
"Ya lo bangun aja jalan layang dari rumah lo ke kampus! Dijamin gak macet dech!". Lila menjawabku dengan gaya cueknya.
Aku menghembuskan nafas sambil memonyongkan bibir sebagai respon atas pernyataan lila yang menyebalkan itu.
Saat kuliah Interaksi antar faktor fisik yang notabenenya berbahan dasar fisika, rasa ngantuk mulai menyerangku, di tambah lagi perutku mulai meronta-ronta minta diisi. "Oh.. Damn! Tau gitu gue minum susu yang di bikinin nyokap tadi, lumayan buat ganjel perut! Mana ini kelas ACnya mati pula!!!". Gerutuku dalam hati.
Akhirnya karna sudah gak tahan lagi aku memutuskan untuk izin kepada bapak dosen yang sedang asyik berceramah itu untuk keluar kelas. Tanpa di komando kakiku melangkah ke arah kantin fakultas yang masih sepi, dan hap! Aku sekarang terlihat seperti tazmania kelaparan yang melahap nasi campur di hadapanku dengan kecepatan 100km/jam. Hahahahha *lebay kumat!*
Saat sedang asyik-asyik melahap suapan terakhir tiba-tiba seorang cowok nongol disampingku.
"Alya..?", sapa cowok itu dengan nada ragu.
Spontan aku menoleh kearah suara itu dan kudapati sesosok cowok bergaya cool dengan setelan kemeja kotak-kotak coklat dan celana jeans yang membuatku tercengang berdetik-detik, sampai akhirnya cowok itu melambai - lambaikan tangannya dihadapanku dan membuatku tersadar.
"Key....". Aku menyebut namanya perlahan
"Apa kabar Al?", dia menarik bangku yang ada dihadapanku dan duduk dengan tenangnya. Sementara aku? Hatiku dag dig dug tak karuan berhadapan langsung dengannya, terakhir kali aku duduk dengannya satu tahun yang lalu.
"Baik-baik aja Key, kamu ngapain disini?". Aku mencoba mencairkan suasana beku ini.
"Oh.. Aku ada urusan sama temen di jurusan matematika. Kamu jurusan apa Al?". Key balik bertanya padaku, matanya yang teduh itu membuatku tak sanggup mengalihkan perhatian darinya.
"Aku jurusan sains....". Aku menjawab pertanyaan key dengan kepala tertunduk. Saat suasana mulai cair, kita bercerita banyak hal bahkan sempat bertukar pin BB  sebelum akhirnya Key pergi karna temannya sudah menunggu. Aku kembali ke kelas dengan langkah pelan, mencoba mencerna segala sesuatu yang baru saja terjadi. Key tiba-tiba muncul dihadapanku setelah sekian lama tak ada kabar.....
Saat aku kembali ke kelas, kelas sudah sepi. Aku celingukan mencari lila yang ternyata sedang mojok di pojokan kelas sambil manggut-manggu mendengarkan musik. Aku langsung duduk di bangku sebelahnya sambil menelungkupkan wajah di meja.
"Lo habis pingsan di toilet ya Al?, lama banget kluarnya ampe dosennya kelar!". Lila menginvestigasiku sambil membetulkan letak headsetnya.
"Kagak, gue makan di kantin tadi! Makanya lama". Jawabku asal.
"Ohh.....". Sahut Lila sambil tetap manggut-manggu karna musiknya.
»~~~«
Aku membuka kembali kardus hijau yang sudah lama aku letakkan di atas lemari itu. Ada sejuta kenangan yang tersimpan di dalamnya. Masa-masa indah saat Key masih bersamaku dulu. Foto-foto mesra kita berdua, mawar yang sering key bawakan untukku, sampai potongan tiket bioskop film-film favourite kita berdua. Air mataku mendadak mengalir deras, Key yang begitu baik dan cinta padaku. Tapi Aku meninggalkannya karna Barra, cowok yang membuatku putus dari Key. Tapi ternyata dia tak sebaik Key, dia hanya memanfaatkanku. Cowok kere yang kebayakan gaya yang bisanya morotin cewek doank!. Aku hanya bertahan 1 bulan dengannya.

Aku ingat malam di bulan desember itu aku dan key pergi ke restoran favourite kami, seperti biasa Key membawakan bunga mawar favouriteku. Sejenak aku terdiam memandangai bunga mawar itu, key memandangku dengan tatapan heran.
"Kenapa Al? Kamu gak suka bunganya?".
Aku menggeleng lemah.
"Kamu sakit?", Key menyentuh keningku.
Lagi-lagi aku menggeleng lemah.
"Ada apa?, kamu bisa cerita sama aku". Kali ini key menggenggam tanganku erat. Untuk beberapa saat suasana menjadi sepi, dan dingin mulai menjalar diantara kita.
"Maafin aku key, aku rasa hubungan kita sampai disini saja. Aku mencintai orang lain, dan itu bukan kamu...". Aku menatap lurus mata Key yang mendadak berkaca-kaca itu. Belum sempat Key berkata-kata aku pergi meninggalkan restoran itu. Meninggalkan Key yang patah hati dalam kesendirian. Sungguh setiap aku terbayang saat-saat itu aku merasa menjadi makhluk terjahat di muka bumi ini.
»~~~«

Hari ini adalah ulang tahun Key, dia mengundangku untuk makan malam bersamanya melalui BBM. Jujur aku sangat senang, aku menatikan saat - saat ini. Di depan kaca aku bercermin lama untuk memastikan apakah dandananku sudah sempurna atau belum, karna aku ingin terlihat istimewa di mata Key.
Tepat jam 7 taksi yang membawaku sampai di restoran yang selama ini menjadi tempat favourite kami. Ku lihat di meja yang dulu menjadi tempat kesukaanku, Key duduk dengan tampannya, 'sungguh tampan!' Gumanku dalam hati. Kemeja putih bergaris itu benar-benar membuat Key terlihat berbeda malam ini. Aku melangkah perlahan dan menyapanya pelan. "Hai Key....".
"Eh kamu datang juga Al, duduk sini Al!". Key menarikkan sebuah kursi di hadapannya untukku. Aku duduk dihadapannya sambil menyodorkan sebuah kado dengan pita hijau dihadapannya.
"Happy Birthday Key....". Sejenak key memandangku lalu memandang kado itu, "Makasih Al, tapi harusnya kamu gak perlu repot repot bawain kado buat aku!". Jawab Key sambil tertawa memamerkan deretan gigi putihnya.
Tuhan... Sungguh, aku merindukan senyum itu. Aku merindukan saat saat seperti ini bersamanya. Tak terasa semua memori yang mendadak berkelebat di hadapanku membuat mataku berkaca-kaca.
"Al, kamu kenapa?", key membuatku terbangun dari lamunanku.
Untuk beberapa detik aku menundukkan kepala karena aku tak bisa menahan tangis ini lagi. sesaat kemudian aku memandang Key yang ada dihadapanku.
"Maafin aku key, malam itu aku ninggalin kamu gitu aja. Aku nyesel udah mutusin kamu buat orang yang ternyata dia cuma manfaatin aku. Aku mohon kita bisa kembali ke malam desember itu dan menghapus kenangan menyakitkan itu". Air mataku mengalir deras tanpa bisa aku bendung lagi, penyesalan, kerinduan, dan cinta yang aku tahan selama satu tahun ini akhirnya tumpah malam ini.
Key terdiam sambil menyodorkan sapu tangannya padaku, menatapku, dan kemudian menghembuskan nafas panjang.
"Aku sudah maafin kamu Al, aku tau aku gak bisa jadi yang terbaik buat kamu. Makanya aku ngerelain kamu pergi, tapi aku gak bisa ngulang malam desember itu. Biar malam itu menjadi bagian dari cerita cinta kita dimasa lalu. Malam ini adalah malam bahagiaku, dan aku ingin mengenalkan sesorang padamu".
Aku tercekat mendengar penuturan key barusan, terlihat seorang cewek cantik yang berbalut long dress putih berenda dengan anggunnya mendekati meja kami. Cewek itu kemudian berhenti disamping key dan kemudian memeluk key sambil mengucapkan happy birthday untuknya.
"Nis, Kenalin dulu. Ini Alya, dan Al, ini Nisa cewek yang jadi pacarku saat ini". Key mengenalkan kami berdua.
Aku terdiam rasanya seperti ada bongkahan batu besar yang menyumbat tenggorokanku. Aku tak bisa berkata-kata rasanya sakit sekali. Aku memutuskan untuk pergi dari restoran itu. Meninggalkan key dengan kekasihnya, karna aku tau. Kesempatanku sudah habis, tak ada lagi kesempatan kedua. Dan Key lebih bahagia dengannya, bukan denganku.......

 

Miss Double N's Story Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting