Satu peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu di parkiran sebuah mall di Surabaya ini entah kenapa sangat sulit untuk aku lupakan. seorang anak perempuan kecil kira - kira berumur 9 tahun menghampiriku sambil berkata, "Mbak, beli korannya mbak.....". sesaat aku terdiam memandangi anak tersebut, namun entah kenapa aku mempunyai inisiatif untuk memulai percakapan dengannya.
Aku (A) : Adek masih sekolah???
Anakperempuan (AP) : saya sekolah kok mbak...
A : Kelas berapa???
AP : Masih kelas 3 SD mbak. (jawabnya sambil tersenyum malu)
A : Wah... hebat donk!, tapi kok jualan koran dek? uangnya di buat apa?
AP : buat beli sepeda mbak, soalnya temen - temen kalo ke sekloah pakek sepeda smua tapi aku jalan kaki.... (nada suaranya mendadak menjadi sangan bersemangat dengan mata ber binar - binar)
A : Lho memangnya sekolahnya jauh ya??
AP : iya mbak, sekolahku di Bubutan...
A : truz rumahnya dimana?
AP : di peneleh mbak....
Sejenak aku termangu, memandangi gadis kecil itu dan memberinya uang sebelum akhirnya dia pergi sambil berlarian riang setelah menerima uang dariku.
Diatas motor saat perjalanan pulang kerumah, aku merenung merasakan bahwa gadis kecil itu telah menghentakkan duniaku dengan keras dan membuatku tersadar. Selama ini aku bisa dengan mudahnya meminta apapun yang aku inginkan kepada orang tuaku, cukup dengan rengekan kecil dan memasang tampang memelas maka orang tuaku langsung menurutiku. Tapi anak perempuan itu menyadarkanku, bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan harus dimulai dengan pengorbanan dan kerja keras, tanpa pernah mengenal apa itu lelah, lapar, ataupun malu. sungguh aku merasa kerdil dan malu pada diriku sendiri, dibandingkan dengan anak perempuan itu, aku bukanlah apa - apa. Aku belum bisa sehebat dia......
Terimakasih telah membangunkanku dari semua kebodohan ini, kamu adalah inspirasi nyataku untuk terus berjuang meraih cita - citaku untuk menolong lebih banyak lagi anak - anak yang kurang beruntung sepertimu. SEMANGAT..... :D



