Sabtu, 17 Desember 2011

Mata Matahari


"Udara disini segar ya Rel?". Aku duduk di atas rerumputan hijau sambil memeluk Aurel, gadis cantik berambut pendek yang aku pacari sejak dua tahun yang lalu. Sepintas ku lirik wajahnya dan tersirat senyum lembut dibibirnya yang mungil. 
"Kamu senang ada disini Rel?", kali ini aku menatap wajah cantiknya lekat-lekat, tapi aku tak kuasa menahan air mataku saat melihat Aurel hanya menganguk.

"Nai juga senang kan ada disini sama Rel?", kali ini Aurel balik menyaiku.
"Iya, Nai seneng kug disini...", suaraku terdengar parau.
"Katanya seneng, tapi kenapa kug suara Nai sedih?". Rel meraba pipiku
"Nai sedih ya?, kug Nai nangis?".
"Nai gak apa-apa kug Rel...". Aku memeluknya untuk menyakinkannya.
"Hmmm.... Nai bohong, mana ada orang seneng malah nangis". Aurel melipat wajahnya seolah-olah ia sedang cemberut. Aku tertawa kecil untuk menghiburnya, tapi tak dapat kupungkiri ada rasa bersalah yang sangat dalam yang slama ini menghantuiku saat aku bersama Aurel.
"Nai, bisa ceritain ke Rel nggak disini ada apa aja? Ada kupu-kupu nggak Nai? Ato ada kelinci juga?". Rel menanyaiku dengan gaya childishnya. Sejenak nafasku tercekat, aku tertegun  menatap wajah lugunya dan air mataku kembali turun merayapi pipiku.

Aku menyesal, sangat-sangat menyesal. Andai aja saat itu aku gak marah sama Rel, dia pasti bisa melihat semua hal yang ia sukai saat ini, kupu-kupu, awan, bukit-bukit yang indah....
Tapi semuanya terlambat, aku tak bisa menghentikan kecelakaan yang terjadi saat Aurel mengejarku yang saat itu meninggalkannya di taman hanya karna ia merengek padaku untuk membelikannya boneka kelinci yang tlah lama diinginkannya. Mobil sedan putih itu yang udah ngambil kedua mata indah Aurel, sekarang dunianya gelap dan aku hanya seperti orang bodoh yang terlambat menyesali semua ini..
Air mataku turun deras tak terbendung....
"Nai.. Kug diem aja sih?, Nai gak mau ceritain ke Rel ya?". Aurel mengguncang lenganku dan membuatku tersadar dari lamunanku.
"Maafin Nai ya Rel, Maafin Nai yang udah bikin dunia Rel gelap. Maafin Nai yang udah bikin Rel gak bisa ngeliat semua hal yang Rel sukai..... Maafin Nai, Rel...". Aku tertunduk lesu dihadapan gadis pujaanku.
Seketika Aurel memelukku erat...
"Nai gak boleh minta maaf, kata siapa dunia Rel gelap? Justru sekarang Rel punya matahari di hidup Rel. Rel punya Naito yang slalu sayang sama Rel, yang bisa terima Aurel apa adanya...".
Aku memper-erat pelukanku....
"Nai janji Rel, gak akan ninggalin Rel, Nai janji bakal jadi mataharinya Rel selamanya... Nai sayang Aurel...". Dan akupun mengecup keningnya lembut dan aku merasa bahagia saat Aurel menggoreskan senyumnya untukku...
 

Miss Double N's Story Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting